Sunday, 28 June 2015

Konsep IP SLA (Bagian 1)

IP SLA adalah pengecekan status obyek dalam periode waktu tanpa batas atau terbatas. Paling sering digunakan adalah dengan melakukan ping ke alamat tujuan untuk pengecekan status updown nya. atau untuk mengukur kualitas parameter seperti jitter, latency, round trip time (RTT) dan lainnya. IP SLA mengirimnya "robots" berkali-kali dan membuat statistik yang akurat. Bisa digunakan juga sebagai bagian design yang lebih rumit, contoh : Tracking default gateway, dynamic failover pada routing statik atau rerouting traffic, saat parameter jaringan yang dipantau menjadi buruk. sebagai contoh, bila RTT meningkat melebihi batas yang ditentukan, maka traffic suara dapat di reroute melewati jalur backup.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang konfigurasi dasar IP SLA pada artikel Konsep IP SLA (Bagian 1) ini.

IP SLA bekerja dengan waktu operasi. IOS dengan vesi lama menyebutnya RTR (Response Time Reporter), yang pada dasarnya sama. RTR menyebut robot sebagai probes. Saya akan menggunakan istilah probe, saat menunjukkan paket IP SLA. Operasi dari IP SLA sangat mudah. Kita bisa mengirim spesifik probe ke tujuan dan tujuan membalasnya. IP SLA responder harus di enable/aktifkan.

Langkah Konfigurasi

Ada dua versi yang berbeda pada IP SLA. yang satu memasukkan katakunci "monitor" dan dapat di anggap sebagai implementasi versi lama dan memiliki sedikit opsi untuk di pilih. Langkah konfigurasi sangat mudah 

  1. Pilih nomor unik IP SLA.
  2. Definiskan tipe probe dan opsinya.
  3. Menjadwalkan probe, kapan untuk mulai dan berapa lama di monitor.
  4. Tetapkan IP SLA opsional sebagai bagian dari obyek dan dapat melakukan tracking obyek.
Keuntungan dari IP SLA adalah dapat mengirim statistik ke remote server. Jika kita memiliki multiple device atau link, yang kita ingin monitor, kita dapat mengumpulkan hasil dari IP SLA kedalam grafik di monitoring centre. Engineer di monitoring centre dapat mengambil tindakan, jika statistik menjadi buruk atau kita dapat mengkonfigurasi dynamic automatic action di router.

Contoh :

Berikut adalah diagram sederhana

Berikut adalah konfigurasi IP SLA probe :


R1(config)#ip sla 1 
R1(config-ip-sla)#? 
IP SLAs entry configuration commands:
  dhcp         DHCP Operation
  dns          DNS Query Operation
  ethernet     Ethernet Operations
  exit         Exit Operation Configuration
  frame-relay  Frame-relay Operation
  ftp          FTP Operation
  http         HTTP Operation
  icmp-echo    ICMP Echo Operation
  icmp-jitter  ICMP Jitter Operation
  mpls         MPLS Operation
  path-echo    Path Discovered ICMP Echo Operation
  path-jitter  Path Discovered ICMP Jitter Operation
  tcp-connect  TCP Connect Operation
  udp-echo     UDP Echo Operation
  udp-jitter   UDP Jitter Operation
  voip         Voice Over IP Operation

R1(config-ip-sla)#icmp-echo ?
  Hostname or A.B.C.D  Destination IP address or hostname, broadcast disallowed

R1(config-ip-sla)#icmp-echo 192.168.12.2 ?    
  source-interface  Source Interface (ingress icmp packet interface)
  source-ip         Source Address

R1(config-ip-sla)#icmp-echo 192.168.12.2       
R1(config-ip-sla-echo)#?
IP SLAs echo Configuration Commands:
  default            Set a command to its defaults
  exit               Exit operation configuration
  frequency          Frequency of an operation
  history            History and Distribution Data
  no                 Negate a command or set its defaults
  owner              Owner of Entry
  request-data-size  Request data size
  tag                User defined tag
  threshold          Operation threshold in milliseconds
  timeout            Timeout of an operation
  tos                Type Of Service
  verify-data        Verify data
  vrf                Configure IP SLAs for a VPN Routing/Forwarding instance

R1(config-ip-sla-echo)#frequency ?
  <1-604800>  Frequency in seconds (default 60)

R1(config-ip-sla-echo)#frequency 1
%Illegal Value:  Cannot set Frequency to be less than Timeout

R1(config-ip-sla-echo)#timeout ?
  <0-604800000>  Timeout in milliseconds

R1(config-ip-sla-echo)#timeout 250
%Error: timeout value is less than threshold 5000

R1(config-ip-sla-echo)#threshold 250
R1(config-ip-sla-echo)#timeout 250  
R1(config-ip-sla-echo)#frequency 1
R1(config-ip-sla-echo)#exit
R1(config)#ip sla schedule ?
  <1-2147483647>  Entry number

R1(config)#ip sla schedule 1 ?
  ageout      How long to keep this Entry when inactive
  life        Length of time to execute in seconds
  recurring   Probe to be scheduled automatically every day
  start-time  When to start this entry

R1(config)#ip sla schedule 1 life forever ?
  ageout      How long to keep this Entry when inactive
  recurring   Probe to be scheduled automatically every day
  start-time  When to start this entry

R1(config)#ip sla schedule 1 life forever start-time now

Pertama, Saya memiliki konfigurasi tipe probe. ICMP echo yang dipilih. Saya menspesifikkan hanya pada tujuan (alamat IP). Saya ingin mengirim probe setiap detik (berkali-kali). Karena itu, saya butuh mengecilkan maximum waiting response time (timeout). Saya akan setting di 250 ms. Karena itu, saya butu mengecilkan batasannya, yang mana nilai RTT maximum yang dibolehkan untuk probe dalam ICMP tipe echo. Ini harus di konfigurasi dengan perintah yang benar sesuai konfigurasi di atas. Sehingga probe terkirim seiap detik dan maximum RTT adalah 250 ms. Probe dimulai dari sekarang dan selamanya. 

Berikut adalah beberapa output sederhana :

R1#sh ip sla statistics
IPSLAs Latest Operation Statistics

IPSLA operation id: 1
Type of operation: icmp-echo
        Latest RTT: 4 milliseconds
Latest operation start time: *11:35:58.923 UTC Sat Aug 11 2012
Latest operation return code: OK
Number of successes: 4
Number of failures: 63
Operation time to live: Forever

R1#sh ip sla statistics ?
  <1-2147483647>  Entry Number
  aggregated      IP SLAs Statistics Aggregated
  details         Detailed Output
  |               Output modifiers

R1#sh ip sla statistics details 
IPSLAs Latest Operation Statistics

IPSLA operation id: 1
Type of operation: icmp-echo
        Latest RTT: 4 milliseconds
Latest operation start time: *11:36:02.923 UTC Sat Aug 11 2012
Latest operation return code: OK
Over thresholds occurred: FALSE
Number of successes: 8
Number of failures: 63
Operation time to live: Forever
Operational state of entry: Active
Last time this entry was reset: Never
 
Berikut adalah konfigurasi di router untuk uji coba di lab

R1 :
interface Serial1/0
 ip address 192.168.12.1 255.255.255.0
!
ip route 2.2.2.2 255.255.255.255 Serial1/0
!
ip sla 1
 icmp-echo 192.168.12.2
 timeout 250
 threshold 250
 frequency 1
ip sla schedule 1 life forever start-time now
 

R2 :
interface Loopback0
 ip address 2.2.2.2 255.255.255.255
interface Serial1/0
 ip address 192.168.12.2 255.255.255.0
 

Tuesday, 16 June 2015

Tipe Masalah dalam Komputasi

Beberapa tipe masalah yang sering dijumpai dalam komputasi dan memiliki algoritma masing-masing dalam pemecahan masalahnya :
1. Pengurutan
2. Pencarian
3. Pemrosesan String
4. Permasalahan Grafik
5. Permasalahan Kombinasi
6. Permasalahan Geometri
7. Permasalahan Numerik

Dalam hal ini, akan dibahas satu persatu :

Pengurutan
- Menata ulang item dengan memberikan perintah mengurutkan data menurun.
contoh : mengurutkan ranking mahasiswa berdasarkan IPK tertinggi.
Ada dua sifat dalam pengurutan, yaitu stable dan in-place


Pencarian
Menemukan nilai yang diberikan, yaing disebut sebagai kunci pencarian,.

Pemrosesan String
Berurusan dengan data non numerik, sebagai contoh yaitu menyamakan string yaitu mencari kata yang diberikan dalam sebuah text



Permasalahan Grafik

Permasalahan Kombinasi

Permasalahan Geometri

Dasar dari Algoritma Pemecahan Masalah

Solusi Prosedur

- Algoritma adalah solusi prosedur untuk sebuah masalah
- Solusi ini bukanlah sebuah jawaban melainkan instruksi spesifik untuk mendapatkan jawaban
- Ini adalah penekanan pada prosedur yang konstruktif didefinisikan secara tegas yang membuat ilmu komputer berbeda dari disiplin lain
- Secara khusus, ini membedakannya dari matematika teoritis, praktisi biasanya puas dengan hanya membuktikan adanya solusi untuk masalah, kemungkinan, dan menganalisa sifat dari solusi

Permasalahan yang berhubungan dengan algoritma
- Bagaimana untuk merancang algoritma
- Bagaimana untuk menganalisa efisiensi algoritma

Masing-masing penjelasan dari langkah-langkah merancang dan menganalisa algoritma akan dibahas di artikel yang berbeda,sekian artikel tentang dasar dari algoritma pemecahan masalah.

Pengenalan Algoritma

"Algorithmics is more than a branch of computer science. It is the core of computer science, and, in all fairness, can be said to be relevant to most of science, business, and technology" [David Harel]

- Kegunaan dalam Algoritma dapat dilihat sebagai solusi spesial untuk sebuah masalah, tidak hanya menjawab tetapi mendefiniskan prosedur yang tepat untuk menjawab sebuah masalah.

"Seorang yang terlatih dalam Computer Science mengetahui bagaimana cara menggunakan algoritma : membuat, memanipulasi, mengerti dan menganalisa-nya" [Donald Knuth]

Definisi dari algoritma sendiri adalah, runtutan cara atau instruksi yang tidak ambigu (yang jelas) untuk memecahkan masalah

Hal yang perlu diperhatikan tentang algoritma
- Kejelasan dalam setiap langkah dari algoritma tidak bisa diragukan
- Kisaran dari input yang bekerja dalam algoritma harus spesifik
- Algoritma yang sama dapat di gambarkan dalam jalan atau cara yang berbeda-beda
- Ada kemungkinan dimana banyak algoritma yang dapat menyelesaikan masalah yang sama
- Algoritma untuk masalah yang sama dapat berdasarkan ide yang sangat berbeda dan dapat masalah dalam waktu yang sangat signifikan

Sebagai contoh adalah cara menyelesaikan GCD (Greatest Common Divisor) atau FPB (Faktorial Pembagian Terbesar), ada beberapa algoritma untuk menyelesaikan masalah ini :
1. Euclid’s algorithm 
2. Consecutive integer checking algorithm
3. Middle-school procedure

Dari ketiga algoritma di atas, algoritma yang paling cepat dalam memecahkan masalah adalah no 1.
Untuk masing-masing pembahasan dari algoritma diatas akan dibahas di artikel yang berbeda.

Monday, 8 June 2015

Tentang Brotowali

Pada artikel ini saya akan membahas tentang brotowali, kenapa brotowali ???
Salah satu jawaban adalah karena saya menanam brotowali di taman kecil saya..
tentang brotowali ini akan dimulai dari apakah itu brotowali ??

Brotowali adalah tumbuhan liar di hutan, ladang atau ditanam dihalaman dekat pagar. Biasa ditanam sebagai tumbuhan obat. Menyukai tempat panas, termasuk perdu, memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak budar telur berujung lancip, panjang 7 - 12 cm, lebar 5 - 10 cm. Bunga kecil, warna hijau muda, berbentuk tandan semu. Diperbanyak dengan stek.

Nama Lokal :
Antawali, bratawali, putrawali, daun gadel (Jawa); Andawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen jin teng (China).

Kandungan kimia :
Tinospora crispa L. mengandung alkaloid  kuarterner; N-asetilnornusiferin, N-formil-annonain; N-formil-nornusiferin; alkaloid berberin hanya ditemukan pada akar akan tetapi tidak ditemukan pada daun dan batang.
Di samping itu ditemukan pula suatu glikosida furanoditerpen yang berasa pahit. N-trans-Feruloil-tiramin, N-cis-Feruloilti-ramin, Tinotuberida, Borapetosida A, Borapetol, Tinosporin, Tinospori-dina.
Deskripsi Tanaman :
Perawakan : Tumbuhan memanjat, 2 - 5 m, berkutil, pahit.
Batang : permukaan berkutil rapat, membelit, coklat tua - muda.
Daun : tunggal, bangun jantung, ujung meruncing tajam, lebar 6-13 cm, ibu tulang nyata, tangkai 4 - 16 cm.
Bunga : tandan jantan, 7-25 cm, tangkai bunga 2-3 bersama, 3,5 - 4 cmm, kelopak hijau, terdalam bulat telur terbalik - sudip, kurang lebih 3,5 mm. Mangkota berbentuk benang, benang sari 6, 2 - 2,5 cm, kepala sari kuning.
Buah :  drupa, kurang lebih 8 mm.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Demam, Nafsu makan, Kencing manis;

Kegunaan :
1. Rheumatic arthritis, rheumatik sendi pinggul (sciatica), memar.
2. Demam, merangsang nafsu makan, demam kuning.
3. Kencing manis.

Pemakaian Luar : Air rebusan batang brotowali dipakai untuk cuci koreng, kudis, luka-luka.

Cara Pemakaian Sesuai Penyakit  :
1. Rheumatik : 
    1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus
    dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas.  Setelah dingin 
    disaring, ditambah madu secukupnya, minum.  Sehari 3 x 1/2 gelas.

2. Demam kuning (icteric)  : 
    1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 
    gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu 
    secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas.  

3. Demam : 
    2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 
    gelas.  Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x
    1/2 gelas.

4. Kencing manis : 
    1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 
    jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus 
    dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, 
    sehari 2 X 1 gelas.

5. Kudis (scabies) : 
    3  jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan 
    ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai 
    untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.

6. Luka  : 
    Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x 
    perhari.  Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.